Nafa Urbach Ajak Masyarakat Bener, Purworejo, Penuhi Gizi Anak dengan Memaksimalkan Potensi Desa

Berita, Politik19 Views

PURWOREJO — Anggota DPR RI Komisi IX, Nafa Urbach, menekankan pentingnya pemenuhan gizi anak dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan stunting dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra kerja di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.

Dalam kegiatan tersebut, Nafa mengajak masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai upaya memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Menurutnya, pemenuhan gizi anak tidak selalu harus bergantung pada bahan pangan yang mahal, karena desa memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk menyediakan makanan bergizi bagi keluarga.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengoptimalkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran serta mengembangkan kegiatan beternak sesuai potensi wilayah. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, sekaligus membantu meningkatkan kemandirian pangan rumah tangga.

“Pemenuhan gizi anak harus menjadi perhatian bersama. Kita bisa mulai dari lingkungan terdekat, seperti menanam sayuran di pekarangan, memelihara ayam untuk memenuhi kebutuhan telur, atau memanfaatkan potensi peternakan yang ada di desa. Dengan begitu, keluarga memiliki akses yang lebih baik terhadap sumber pangan bergizi,” menjadi pesan yang ditekankan dalam sosialisasi tersebut.

Nafa juga mengingatkan bahwa pemenuhan gizi anak perlu dilakukan secara berkelanjutan sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia pertumbuhan. Ibu hamil perlu mendapatkan asupan gizi yang cukup, sementara bayi dan balita membutuhkan makanan sesuai usia, beragam, serta mengandung zat gizi penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Selain pemenuhan gizi, Nafa menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengenali tanda-tanda stunting sejak dini. Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan akibat kekurangan gizi kronis dan faktor lain yang berlangsung dalam jangka panjang, terutama pada periode penting awal kehidupan anak.

Masyarakat perlu memahami bahwa anak yang mengalami gangguan pertumbuhan tidak selalu menunjukkan gejala yang mudah dikenali hanya melalui penampilan fisik. Karena itu, pemantauan pertumbuhan secara rutin di posyandu menjadi langkah penting untuk mengetahui perkembangan tinggi dan berat badan anak sesuai usianya.

Orang tua juga diimbau untuk memperhatikan apabila pertumbuhan tinggi badan anak lebih lambat dibandingkan anak seusianya, berat badan sulit meningkat, atau hasil pengukuran pertumbuhan menunjukkan penyimpangan. Jika ditemukan tanda-tanda tersebut, orang tua perlu berkonsultasi dengan kader kesehatan dan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan yang tepat.

Upaya pencegahan stunting juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, kader posyandu, pemerintah desa, hingga tenaga kesehatan. Edukasi mengenai gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang, sanitasi yang baik, serta akses terhadap layanan kesehatan perlu terus diperkuat agar masyarakat dapat melakukan pencegahan sejak dini.

Melalui sosialisasi Program Bangga Kencana bersama mitra kerja ini, Nafa Urbach berharap masyarakat Kecamatan Bener semakin memahami bahwa pembangunan keluarga berkualitas dapat dimulai dari langkah sederhana di rumah masing-masing. Optimalisasi potensi pangan lokal, kebiasaan hidup sehat, serta kepedulian terhadap pertumbuhan anak merupakan bagian penting dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

Keluarga yang sadar gizi, desa yang mampu mengoptimalkan potensi pangan lokal, dan masyarakat yang peduli terhadap tumbuh kembang anak menjadi fondasi penting dalam upaya bersama mencegah stunting.