Nafa Urbach Soroti Stunting di Temanggung: Penanganannya Jadi Tanggung Jawab Bersama

Berita, Nasional112 Views

TEMANGGUNG — Anggota DPR RI Komisi IX, Nafa Urbach, menyoroti pentingnya penanganan stunting sebagai tanggung jawab bersama dalam kegiatan Sosialisasi Program Keluarga Berencana (KB) dan Pembangunan Keluarga bersama mitra kerja Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, pada 16 September 2026 di Kabupaten Temanggung.

Kegiatan tersebut dihadiri Rusman Efendi, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Gema Artisti W, Kepala Dinas PPPAPPKB Kabupaten Temanggung, serta Eko Budihartono, tokoh masyarakat Kabupaten Temanggung.

Dalam kegiatan tersebut, Nafa menekankan bahwa persoalan stunting tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah atau sektor kesehatan. Pencegahan dan penanganannya membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, pemerintah desa, tenaga kesehatan, hingga berbagai pemangku kepentingan.

“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, penanganannya menjadi tanggung jawab kita bersama, dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar,” ujar Nafa.

Menurut Nafa, pembangunan keluarga memiliki hubungan erat dengan upaya pencegahan stunting. Keluarga perlu mendapatkan edukasi yang memadai mengenai pemenuhan gizi, pola asuh, kesehatan ibu dan anak, serta pentingnya mempersiapkan kehamilan dan kelahiran secara sehat.

Ia juga mengingatkan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan sejak sebelum seorang ibu hamil. Perhatian terhadap kesehatan remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang sehat.

“Jangan sampai kita baru bergerak ketika anak sudah mengalami masalah pertumbuhan. Pencegahan harus dimulai sedini mungkin, bahkan sejak calon ibu dan calon ayah mempersiapkan keluarga,” tambahnya.

Peran Keluarga Sangat Penting

Nafa menjelaskan, keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam menentukan tumbuh kembang anak. Karena itu, pengetahuan orang tua mengenai gizi, kesehatan, sanitasi, pola asuh dan pemeriksaan kesehatan harus terus diperkuat.

Selain keluarga, menurutnya, pemerintah desa dan masyarakat juga memiliki peran strategis dalam memastikan program pencegahan stunting berjalan hingga tingkat paling dekat dengan masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Tokoh masyarakat, kader, tenaga kesehatan, pemerintah desa dan keluarga harus bergerak bersama. Kita harus membangun kesadaran bahwa anak sehat adalah investasi masa depan Temanggung dan Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Rusman Efendi, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan pentingnya penguatan program pembangunan keluarga sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penduduk.

Program kependudukan dan pembangunan keluarga, menurutnya, tidak hanya berbicara mengenai pengendalian penduduk, tetapi juga bagaimana membangun keluarga yang berkualitas, sehat, dan mampu menjalankan fungsi keluarga secara optimal.

Gema Artisti W, Kepala Dinas PPPAPPKB Kabupaten Temanggung, turut menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjalankan program pembangunan keluarga di Kabupaten Temanggung.

Sementara itu, Eko Budihartono sebagai tokoh masyarakat Kabupaten Temanggung menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung berbagai program pemerintah, khususnya yang menyentuh langsung kehidupan keluarga.

Membangun Generasi Temanggung yang Sehat

Dalam sesi dialog, masyarakat juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi mengenai persoalan keluarga, kesehatan ibu dan anak, KB, pola pengasuhan serta pencegahan stunting.

Nafa berharap kegiatan sosialisasi seperti ini tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi dapat mendorong perubahan perilaku di tengah masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana informasi yang kita dapat hari ini bisa dibawa pulang dan diterapkan di keluarga masing-masing. Kalau satu keluarga bergerak, kemudian satu desa bergerak, maka dampaknya akan semakin besar,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan keluarga merupakan investasi jangka panjang. Keluarga yang sehat dan berkualitas akan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang mampu tumbuh dan berkembang secara optimal.

Penanganan stunting di Temanggung pada akhirnya bukan hanya tugas pemerintah, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan komitmen keluarga, masyarakat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan seluruh pemangku kepentingan. (Jefry)