HARIANMAGELANG.COM – Anggota DPR/MPR RI, Nafa Urbach, menekankan pentingnya penguatan literasi digital sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan sekaligus mengawal pembangunan bangsa. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dilaksanakan di Kabupaten Magelang, Selasa (23/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Nafa Urbach mengajak masyarakat untuk tidak hanya memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika beraktivitas di ruang digital.
Menurut Nafa, perkembangan teknologi dan media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Kemudahan memperoleh dan menyebarkan informasi membawa manfaat besar, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, hingga konten yang dapat memicu perpecahan.
“Literasi digital menjadi sangat penting. Kita harus mampu memilah informasi, memahami mana yang benar dan mana yang tidak, serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya,” ujar Nafa.
Ia menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga ruang digital agar tetap sehat dan produktif. Menurutnya, semangat persatuan dan gotong royong yang menjadi bagian dari karakter bangsa harus turut diwujudkan dalam penggunaan teknologi.
Nafa juga mengingatkan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat memiliki peran untuk ikut mengawal pembangunan dengan memberikan kritik yang konstruktif, menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab, serta turut menjaga suasana sosial yang kondusif.
“Kalau kita ingin pembangunan bangsa berjalan baik, masyarakat juga harus ikut mengawal. Salah satunya dengan menjadi masyarakat yang cerdas dalam menggunakan teknologi dan media sosial,” katanya.
Ia menambahkan, nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan harus tetap relevan dengan perkembangan zaman. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi harus menjadi pedoman dalam bersikap, termasuk ketika masyarakat berinteraksi di dunia digital.
Di tengah derasnya arus informasi, Nafa mengajak masyarakat Kabupaten Magelang untuk menjadi pengguna teknologi yang bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Menurutnya, teknologi seharusnya menjadi sarana untuk memperkuat persatuan, memperluas wawasan, serta mendorong masyarakat ikut berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.
“Jangan sampai teknologi justru membuat kita terpecah. Mari gunakan ruang digital untuk menyebarkan hal-hal positif, memperkuat persatuan, dan bersama-sama mengawal pembangunan Indonesia,” pungkasnya.
Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya nilai-nilai kebangsaan sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya literasi digital di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
